Cek Harga, Cek Tarif

INFO PASAR

Ads

GAYA HIDUP

INFO HARGA

TARIF KERETA API

HARGA PROPERTY

Kamis, 14 Maret 2019

Harga Cincin Nikah Berlian Dibandrol Rp.7 jutaan, Dimana?


CekHargaPasar.Com ■ Bagi sebagian orang, cincin nikah menjadi simbol mengikat janji pasangan pengantin. Tidak heran jika memilih cincin yang sesuai dengan karakter masing-masing pasangan menjadi trend.

Guna memenuhi kebutuhan pasar itu, Julia Jewelry adalah salah satu brand toko perhiasan emas putih dengan berlian asli modern terbesar di Indonesia, menyediakan beragam jenis desain cincin nikah.

Menurut Sales Counter Julia Jewelry, Naela Fatima menjelaskan cicin nikah yang tersedia di Jewelry mulai dari desain sederhana dengan satu mata berlian, hingga desain yang mewah dengan banyak berlian.

Desain yang saat ini tengah diminati adalah kombinasi emas putih dan rose gold.

”Emas 18k dengan berlian, harganya mulai dari Rp7 jutaan sepasang. Bisa gold dan gold atau gold dan palladium. Sekarang kami menyediakan palladium juga untuk memenuhi kebutuhan konsumen khususnya pria yang tidak bisa mengenakan cincin emas,” paparnya.

Setiap pembelian cicin nikah, Julia Jewelry memberikan diskon 15 persen untuk setiap pembelian satu pasang. Bagi member bisa menikmati fasilitas cicilan nol persen selama enam bulan. Sedangkan non member, pembayaran dilakukan secara tunai.

”Promo tersebut sudah bisa dinikmati per Maret sampai April 2019,” jelasnya.

Julia Jewelry telah berkembang menjadi brand perhiasan dengan outlet sebanyak 40 unit di 30 kota. Segmentasi konsumen adalah perempuan modern dengan rentang usia 25 – 40 tahun.

Khususnya, bagi mereka yang ingin tampil dengan lebih anggun dan penuh percaya diri dalam kehidupan sehari – harinya.


Senin, 11 Maret 2019

Harga Love Bird Sekarang Jatuh, Ini Penyebabnya


CekHargaPasar.Com ■ Sudah sekitar enam bulan terakhir, harga burung Love Bird anjlok dan belum juga kembali normal. Turunnya harga Si Paruh Benglok diperkirakan terdapat dua faktor utama yakni para peternak booming produksi dan penyelundupan dari China atau Taiwan begitu merajalela.

Dua faktor utama itulah yang diprediksi sejumlah kicau mania sehingga harga Love Bird kini tengah terjun bebas. “Fenomena ini terjadi bukan karena penggemar burung mulai bosan dengan Love Bird. Hal itu terbukti dari ramainya kelas Love Bird pada tiap lomba burung kicau yang digelar di banyak tempat,” ujar Suripto, pengurus Komunitas Love Bird Indonesia (KLBI) DKI Jakarta, Minggu (10/3).

Pada setiap lomba, baik dari kegiatan latihan prestasi (latpres) hingga lomba aniversari, kelas Love Bird merupakan yang terbanyak. “Sedikitnya ada lima kelas, sedangkan jenis burung lain sekitar dua atau tiga kelas,” tambah warga Kemayoran, Jakpus.

Untuk memperkuat bukti bahwa penggemar Love Bird tidak berkurang, pedagang sangkar Yanto menambahkan bahwa penjualan sangkar Love Bird masih laris manis.

“Sangkar Love Bird yang terbuat dari bahan jeruji besi masih sangat laris. Baik sangkar lomba maupun untuk piaraan harian banyak dicari kicau mania,” tambah Yanto yang sudah puluhan tahun berjualan sangkar di kawasan Pasar Pramuka, Jaktim.

Baik menurut Suripto maupun Yanto bahwa yang menyebabkan harga Love Bird terjun bebas dikarenakan dua faktor tersebut di atas. “Daerah produsen Love Bird di Pulau Jawa antara lain di kota Solo, Yogya, Klaten dan di Madura.

Para peternak di sana lagi booming produksi karena memang burung ini mudah diternakkan,” ucap Suripto sambil menambahkan hasil produksi tersebut sebagian besar dijual kepada pengepul di kawasan Pasar Burung Pramuka.

Adapun faktor kedua adalah penyelundupan atau import ilegal dari China atau Taiwan masih sangat merajalela. Pemerintah Indonesia sebenarnya sudah melarang kegiatan import burung untuk mencegah penyebaran virus avian influenza atau flu burung.

“Namun nyatanya para importir di sini begitu mudah mendatangkan love bird maupun jenis burung lain, terutama dari China dan Taiwan. Burung dalam jumlah banyak itu katanya diselundupkan lewat jalur laut dan darat,” ungkapnya.

Saking banyaknya stok dari peternak lokal maupun serbuan dari mancanegara membuat harganya merosot tajam. “Untuk love bird varian umum seperti lutino, albino, euwing, pastel, batman, biru, violet, dan lainnya rata-rata turun harga antara 50 sampai 70 persen,” papar Yanto. Contohnya lutino mata merah dari Rp 750 ribu kini cuma Rp 350 ribu, lutino mata hitam dari Rp 500 ribu jadi Rp 250 ribu, albino mata merah dari Rp 1,4 juta tinggal Rp 500 ribu, adapun pastel dari Rp 300 ribu tinggal Rp 150 ribu.

Suripto menambahkan selama sepuluh tahun menekuni budidaya love bird terjadi beberapa kali fluktuasi harga. “Naik turun harga sudah terjadi setidaknya tiga kali dalam sepuluh tahun terakhir. Saya perkirakan setelah Pemilu harganya aka mulai merangkak naik, dengan catatan pemerintah meningkatkan penertiban penyelundupan burung dari luar negeri,” ujarnya.

Yanto mengimbau para peternak tidak usah galau menghadapi fenomena ini. “Para peternak jangan putus asa. Kita harus yakin dalam beberapa bulan ke depan, harga love bird akan merangkak mendekati normal,” katanya. ■ JOKO/GOES    Foto:Net




Minggu, 10 Maret 2019

Bisnis Jastip Kini Mulai Digandrungi Milenial


CekHargaPasar.Com ■ Pengguna media sosial pasti tak asing mendengar bisnis layanan jasa penitipan (jastip). Pasalnya, bisnis ini tengah ramai digandrungi generasi milenial.

Dengan adanya bisnis ini, para pengguna layanannya tak perlu repot-repot ke luar rumah atau bahkan ke luar negeri untuk berberlanja.

Mereka cukup membuka media sosialnya dan memesan barang yang ingin dibelinya melalui penyedia layanan jastip. Rupanya, bisnis ini cukup menggiurkan untuk menambah pundi-pundi uang.

Dian Fath misalnya. Wanita yang juga bekerja di salah satu perusahaan swasta di Jakarta ini membuka bisnis jastip untuk menambah pendapatannya. Sebagaimana dikutip dari Kompas. com, Dian mengaku sudah memulai bisnis ini dari 2018 lalu.

“Saya membuka jastip pernak-pernik kebutuhan rumah. Lebih spesifiknya sih barang-barang dari Toko IKEA,” katanya.

Dian mengaku pada awalnya tak sengaja menggeluti bisnis ini. Ide bisnis ini tercetus dari hobinya yang senang berbelanja barang kebutuhan rumah tangga.

“Awalnya karena sering belanja kebutuhan rumah di IKEA. Terus banyak teman dan keluarga yang nanyain barang-barang di sana. Soalnya kebanyakan mereka malas ke sana karena jauh dari rumahnya, nah dari situ lah kepikiran buat buka bisnis jastip,” kata Dian.

Dian mengaku mendapatkan keuntungan yang menggiurkan dari bisnis ini. Sebab, dia hanya bermodal dengkul saja untuk menggeluti bisnis ini. Sebab, jarak rumahnya dengan IKEA di Tangerang Selatan cukup dekat.

“Lumayan amat sangat menggiurkan (keuntungannya), karena modalnya cuma jasa jalan aja. Apa lagi kalau yang nitipnya banyak, jadi keuntungannya ada disetiap barang yang dititip,” kata Dian.

“Misalnya adanya yang nitip lampu tidur yang harganya Rp 150.000, gue biasanya kasih tarif Rp 15-20 ribu, kalau sekali jalan ada 5 orang yang nitip, bisa dapat keuntungan Rp 100.000,” tambahnya.

Dian selama ini hanya memasarkan jasanya melalui akun Instagram dan Whatsapp Story.

Dalam sebulan, dia bisa lima kali melayani layanan jastip. Selama ini, menurut Dian, dia tak mengalami kesulitan yang berarti dalam menekuni bisnis jastip.

“Kesulitannya kadang suka enggak tahan juga pengen belanja barang kalau pas lagi beliin barang titipan orang,” ujar dia.

Dian menuturkan, keuntungan berbisnis jastip ini belum pernah dia pergunakan. Sebab, keuntungan itu akan dia gunakan untuk liburan bersama keluarganya.

“Sekarang sih keuntungannya sudah bisa untuk jalan-jalan ke luar kota sama keluarga, tapi kami rencananya uang keuntungan itu mau buat vakansi ke Singapura,” ucap Dian.

Senada dengan Dian, Eka Chanda Septarini mengaku tak sengaja berbisnis jastip. Wanita yang bekerja di salah satu media massa nasional ini mengawali bisnisnya saat berpelesiran ke Korea Selatan.

Saat itu, banyak teman dan keluarganya yang ingin membeli barang-barang asal Negeri Ginseng itu. Melihat peluang bisnis itu, akhirnya Eka mempromosikan layanan jastip di media sosialnya.

Tak menyangka, ternyata banyak yang minat membeli pernak-pernik asal Korsel.

“Awalnya enggak mau buka jastip, tapi teman-teman tahu kalau aku mau ke Korea, mereka akhirnya nitip beli barang. Yasudah akhirnya aku buka jastip barang-barang yang bisa aku beli di tempat-tempat yang aku mau datengin,” kata Eka.

Eka menambahkan, bagi para pelanggan yang ingin menggunakan jasanya, dia meminta untuk mentransferkan uangnya terlebih dahulu. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari pengguna jasa yang hit and run.

Jika ditotal, selama di Korsel dia berbelanja barang titipan dari pelanggannya mencapai Rp 8 juta. Dia mengaku bisa mengantongi uang jutaan rupiah dari bisnis ini sekali jalan ke luar negeri.

“Aku ambil untung Rp 25.000 sampai 25 persen dari harga barangnya. Tergantung harga dan ukurannya,” ujar Eka.

 Eka mengaku belum mau menjalani bisnis ini sebagai sumber utama penghasilannya. Sebab, saat ini dia masih tertarik menggeluti sebagai pekerja di media massa.

“Sejauh ini side job dulu aja ya, pas aku mau pergi kalau memungkinkan buat buka jastip, ya aku buka,” tuturnya. (TBN)






Harga Karet Naik Sampai Rp9.000, Ini Kata Presiden


CekHargaPasar.Com ■ Kebijakan Gubernur Sumsel mendirikan Pabrik Ban di Sumsel untuk menyerap karet hasil produksi petani hampir dipastikan berjalan mulus. Pasalnya kebijakan tersebut sejalan dengan anjuran Presiden RI Joko Widodo saat Kunker di Sumsel 8-9 Maret kemarin.

Presiden Jokowi melalui Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah melakukan berbagai upaya mendongkrak harga karet. Hal itu terungkap saat Jokowi menghadiri Acara Silaturahmi Petani Karet, di Balai Pusat Penelitian Karet Sembawa Kabupaten Banyuasin, Sabtu (9/3/2019).

Dikatakannya rendahnya harga karet tersebut merupakan salah satu imbas dari kondisi ekonomi dunia yang juga turun. Presiden menuturkan, meskipun menanggung beban tekanan ekonomi dunia yang tidak gampang, Indonesia masih bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen.

"Kalau ekonomi dunia turun, artinya permintaan juga turun. Atas apa? Ya untuk barang-barang. Misalnya kelapa sawit. Kalau permintaan sawit turun, harga otomatis juga ikut turun. Batu bara, permintaan turun, harga juga turun. Termasuk karet juga sama. Inilah _problem_ besar kita karena ekonomi dunia belum normal," ujar Presiden.

Khusus untuk karet, Presiden menjelaskan bahwa pemerintah sudah melakukan upaya-upaya untuk mendongkrak harganya. Pertama, pemerintah sudah berkomunikasi dengan negara-negara produsen karet lain di dunia seperti Malaysia dan Thailand.

"Karena produsen terbesar karet ada di Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Kita sudah berhubungan dengan menteri-menteri mereka. Untuk mengendalikan agar suplai ke pasar bisa diturunkan. Barangnya kurang berarti harga bisa kedongkrak naik. Tapi yang namanya negosiasi dengan negara lain tidak mudah," jelasnya.

Meski tidak mudah, Presiden menuturkan bahwa tiga minggu lalu komunikasi sudah dilakukan dengan Malaysia dan Thailand. Hasilnya sudah mulai terasa, yakni harga karet mulai merangkak naik dua pekan terakhir ini.

"Dulu Rp5.000-Rp6.000, sekarang Rp8.300 sampai Rp9.000. Ini harus disyukuri karena ekonomi dunia masih pada posisi yang belum baik. Tetapi akan menuju normal kembali," lanjutnya.

Kedua, upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan menggunakan karet sebagai bahan campuran untuk mengaspal jalan.

"Sudah dicoba dan hasilnya bagus. Tapi pak harganya lebih mahal sedikit. Enggak apa-apa, beli. Saya perintahkan. Enggak apa-apa harga jalan lebih mahal sedikit, tapi kualitas lebih baik," ungkapnya.

Upaya ketiga yang dilakukan pemerintah adalah dengan memaksimalkan sektor industri. Terkait hal ini, Presiden telah memerintahkan Menteri Perindustrian agar Indonesia tidak terlalu banyak mengekspor produk mentah melainkan produk jadi.

"Kita harus punya pabrik di sini. Sehingga tidak usah jauh-jauh. Karena pasar dunia sukanya mengatur. Kelihatan stok banyak tahan dulu, harga jatuh baru dibeli. Sehingga ya itu problem besarnya adalah pasar dunia yang belum normal. Kita ingin industri yang berkaitan dengan bahan baku karet entah ban, sarung tangan, dan lain-lain," paparnya.

Sebelumnya Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan untuk di Sumsel pengolahan karet telah ada di Sembawa. Sedangkan jika memang nantinya pabrik ban berdiri di Sumsel  lokasinya diusahakan berada di dekat pelabuhan. Dengan adanya pabrik ban di Sumsel ini diharapkan mampu mendorong penggunaan ban lokal dengan bahan dasar karet lokal sehingga membantu secara psikologis petani karet.

Bahkan jika dimungkinkan ke depan akan dibuat Pergub tentang tata niaga karet. Dan rencanamya ia juga menganjurkan kepada para pegawai untuk menggunakan ban produksi lokal ini paling tidak pada penggunaan kendaraan dinas.

Sementara itu awal Januari lalu, ide brilian Gubernur Sumsel untuk mendirikan pabrik ban di Sumsel sudah mulai menarik minat para investor, salah satunya PT. Yuasa Battery. Hal itu terungkap saat jajaran komisaris perusahaan tersebut beraudiensi dengan Gubernur Sumsel, Rabu (16/1/2019) di ruang rapat Griya Agung.

Sementara itu, Komisaris PT Yuasa Battery Wandi Wanandi mengungkapkan PT Yuasa Battery saat ini telah memiliki pabrik ban yang berlokasi di Surabaya dan memproduksi ban motor.

"Kami memproduksi ban motor, sebab pengguna kendaraan lebih banyak sepeda motor ketimbang mobil. Selain ban motor kami juga memproduksi ban sepeda, ban mati (ban mainan anak-anak), juga ban lorry (gerobak semen)",ujarnya

Dijelaskan Wandi Wanandi, harga ban ditentukan dari harga bahan bakunya yaitu karet, dengan membeli kepada para pedagang karet. Namun demikian sejauh ini pihaknya mengaku belum menjalin kerjasama dengan pihak perkebunan.

Wandi Wanandi berharap agar di setiap pulau paling tidak ada satu pabrik ban, seperti di Sumsel misalnya. Sementara ini pihaknya masih terus menjajaki kemungkinan untuk bekerjasama dengan pemprov Sumsel untuk mendirikan pabrik ban. 

Jumat, 08 Maret 2019

BPS: Tingkat Hunian Hotel di Jawa Tengah Menurun


CekHargaPasar.Com ■ Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat rata-rata lama menginap wisatawan mancanegara selama Januari 2019 di berbagai hotel berbintang di provinsi Jateng mengalami penurunan dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Kepala BPS Jawa Tengah Sentot Bangun Widoyono mengatakan penurunan terutama terjadi pada hotel berbintang 1, 3, dan 4.

"Rata-rata lama menginap wisatawan mancanegara di hotel berbintang selama Januari 2019 mencapai 1,64 malam, menurun dibanding Desember 2018 yang mencapai 1,94 malam," katanya di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (7/3/2019).

Dia menambahkan, meskipun rata-rata lama menginap tamu asal mancanegara menurun, untuk tamu domestik justru mengalami kenaikan tipis dibandingkan dengan Desember 2018, dari 1,24 malam menjadi 1,25 malam.

Selain rata-rata menginap, lanjut dia, penurunan juga terjadi pada tingkat penghunian hotel berbintang di Jawa Tengah.

Tingkat penghunian hotel berbintang di Jawa Tengah selama Januari 2019 mencapai 42,49%. Angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan tingkat penghunian hotel selama Desember 2018 yang mencapai 52,50%.

Menurut Sentot, terdapat beberapa hal yang memengaruhi kondisi tersebut, seperti masih belum banyaknya kegiatan pemerintah pada awal 2019. Selain itu, kata dia, terdapat kemungkinan banyak calon tamu hotel yang hanya melakukan pejalanan pulang pergi dalam sehari sehingga tidak perlu menginap. (JIBI)

Kamis, 07 Maret 2019

Musim Liburan Harga Ikan di Tirta Jangari Lebih Murah, Benarkah?


CekHargaPasar.Com ■ Pada hari libur, tak ada salahnya berkunjunglah ke Cianjur, salah satu daerah yang memiliki wisata pantai namun jarang disebut bahkan tak kalah oleh Pangandaran. Selain itu, wisata dengan nuansa alam pegunungan masih menjadi andalan bagi Kabupaten Cianjur.

Yang selama ini tak banyak diketahui orang, bahwa wisata pantai di Cianjur berada di wilayah bagian selatan yang berbatasan dengan Samudra Hindia.

Secara garis besar, potensi wisata di Cianjur lebih didominasi oleh wisata bernuansa alam pegunungan. Gunung Gede-Pangrango, duo gunung yang menjadi idola para pendaki di Jawa Barat, sebagian wilayahnya juga masuk Kabupaten Cianjur.

Selain itu, kita tentu tahu kalau di Cianjur juga ada situs megalitikum Gunung Padang yang sempat menjadi headline di beberapa media masa beberapa waktu silam.

Jika Anda sedang merencanakan perjalanan liburan ke Cianjur atau kebetulan sedang ada tugas di Cianjur dan ingin mengunjungi beberapa tempat wisata di akhir pekan, barangkali ini referensi yang bisa kamu kunjungi.

Tirta Jangari

Waduk Cirata merupakan salah satu waduk terbesar di Indonesia yang lokasinya berada di tiga wilayah kabupaten di Jawa Barat yakni Purwakarta, Bandung dan Cianjur. Sebagian besar genangan Waduk Cirata justru berada di Cianjur, meskipun sebagian orang mungkin mengenal waduk ini sebagai Waduk Cirata Purwakarta.

Selain untuk keperluan PLTA dan irigasi, waduk ini juga dikembangkan sebagai tujuan wisata.

Di Cianjur ada tempat yang namanya Tirta Jangari. Tempat ini merupakan bagian dari Waduk Cirata. Di tempat ini terdapat banyak warung apung. Jika ingin berkeliling danau, kita bisa menyewa perahu yang banyak disewakan.

Biasanya, pada musim liburan banyak wisatawan yang berkunjung, karena ditempat ini ada saung-saung yang menyediakan aneka menu ikan dengan harga relatif murah.

Penasaran khan? go traveler...

■ R/net

Rabu, 06 Maret 2019

Liburan dan Bermain di Taman Bunga Nusantara


CekHargaPasar.Com ■ Pada hari libur, tak ada salahnya berkunjunglah ke Cianjur, salah satu daerah yang memiliki wisata pantai namun jarang disebut bahkan tak kalah oleh Pangandaran. Selain itu, wisata dengan nuansa alam pegunungan masih menjadi andalan bagi Kabupaten Cianjur.

Yang selama ini tak banyak diketahui orang, bahwa wisata pantai di Cianjur berada di wilayah bagian selatan yang berbatasan dengan Samudra Hindia.

Secara garis besar, potensi wisata di Cianjur lebih didominasi oleh wisata bernuansa alam pegunungan. Gunung Gede-Pangrango, duo gunung yang menjadi idola para pendaki di Jawa Barat, sebagian wilayahnya juga masuk Kabupaten Cianjur.

Selain itu, kita tentu tahu kalau di Cianjur juga ada situs megalitikum Gunung Padang yang sempat menjadi headline di beberapa media masa beberapa waktu silam.

Jika Anda sedang merencanakan perjalanan liburan ke Cianjur atau kebetulan sedang ada tugas di Cianjur dan ingin mengunjungi beberapa tempat wisata di akhir pekan, barangkali ini referensi yang bisa kamu kunjungi.

Taman Bunga Nusantara

Di Cianjur ada sebuah taman super luas yang dipenuhi dengan tanaman bunga. Namanya adalah Taman Bunga Nusantara. Taman ini memiliki luas mencapai 35 hektar dan sebagian besar wilayahnya ditumbuhi oleh bunga dari berbagai jenis. Jadi, tidak kebayang bagaimana indahnya taman ini, serasa di Belanda.

Lokasi taman bunga ini berada di Desa Kawungluwuk, Kecamatan Sukaresmi. Untuk memudahkan para pengunjung menjelajahi seluruh taman, pengelola telah menyediakan mobil yang telah didesign khusus untuk berkeliling.

■ R/net

HARGA OBAT

INFO TARIF

HARGA HANDPHONE TERBARU

HARGA BUAH SEGAR

INFO KURS

© Copyright 2018 Cek Harga, Cek Tarif | All Right Reserved